The 26th of July 008 was a day awaited by the community of Layeun village; It was the opening ceremony of Layeun Center. Most of the people left their activities to attend the ceremony. The children were also involved as Master of the Ceremony (MC), consumption section, security section, cleaning up and also performing dances who were supervised by the animator of Layeun’s center. Beside it the chiefs of Layeun community were also present and supported the activity. The women also got involved on it by cooked “Ketan” and did “Peusijuk” that was held by imam of Layeun mosque.
According to the tradition of Aceh, before entering a building, we have to bless the building first and then we can use it for our activities. And as for all ADISTA’s centre, if we want to establish/use a building we never forget to follow the tradition. Now the center of ADISTA in Layen runs its activities that are learning through playing.
The children were very happy because the centre they knew from Siron camp of barracks has been transferred to their new village (the persons were first displaced in the camp after the Tsunami and went back to their original village once reconstructed, beginning of 2008). For most of the children in Layeun, ADISTA centre was not new because they had been living in Siron and already knew ADISTA’s centre but they were missing it and were happy to have it in their own village.
For the people of Layeun Village, children without ADISTA’s centre were like children without their mother. That was the improvised speech they said during the inauguration; in the beginning of the centre there were many children who came every day.
The hope of Layeun village is that ADISTA centre would always exist and run its activities because it is very useful for the community in supporting the creativity of their children.
INAGURASI CENTER LAYEUN
Tanggal 26 July 2008 merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh warga Layeun. Hari tersebut merupakan hari peresmian center Layeun. Sebagian dari warga Layeun meninggalkan kesibukan dan aktivitas mereka untuk menghadiri acara tersebut. Anak-anak juga iku terlibat dalam acara tersebut seperti MC, seksi konsumsi, keamanan, kebersihan dan juga tarian yang dibina oleh Animator Center Layeun. Selain itu para tokoh masyarakat juga ikut terlibat dan mendukung acara tersebut. Para Ibu-ibu juga ikut menyukseskan acara tersebut, mereka melakukan kegiatan memasak ketan untuk peresmian sekaligus Peusijuk Center Layeun. Acara tersebut dilakukan oleh Imam Mesjid Layeun.
Seperti yang kita ketahui, adat Aceh sebelum kita beranjak memasuki ke sebuah bangunan, bangunan tersebut harus di peusijuk terlebih dahulu dan baru kemudian bangunan tersebut bisa dipergunakan. Demikian pula Adista, setiap kali mendirikan bangunan ciri khas Aceh tidak pernah dilupakan. Dan kini Center Adista Layeun sudah kembali menjalankan aktivitas belajar sambil bermain. Anak-anak sangat senang karena tempat bermain yang mereka kenal di Siron dulu kini telah hadir dihadapan mereka, bagi sebagian anak Layeun Center Adista tidak asing lagi untuk mereka, karena mereka pernah tinggal di Barak Siron dan Center Adista yang sekarang direlokasi ketempat mereka merupakan Center Adista yanng terletak di Barak Siron beberapa waktu lalu. Sekitar kurang lebih 1,5 tahun mereka berpisah kini telah berjumpa kembali.
Bagi warga Layeun, anak-anak tanpa Center Adista ibarat anak kehilangan ibunya. Itulah ungkapan yang bisa kita umpamakan, sebab ketika center mulai berjalan, anak-anak yang hadir setiap harinya lumayan banyak
Pengharapan warga Layeun, Center Adista akan selalu jaya dalam menjalankan aktivitasnya. Sebab banyak manfaat yang warga layeun peroleh untuk menunjang kreativitas anak-anak Layeun.


